Minggu, 27 November 2016

GBHN - Garis Besar Haluan Ngawurisme

Piye kabare? Beberapa dari pembaca budiman mungkin penasaran kenapa blog ini yang tadinya lebih sepi dari kuburan pinggir pantai mendadak ramai dan mulai diisi oleh konten-konten baru. Di tahun lalu saya pernah melakukan sesumbar yang persis akan dilakukan di sini. Membacanya lagi cukup malu rasanya karena kedua poin utama yang saya utarakan tidak terpenuhi. Pertama, bahasa blog saya tetap sama kakunya dengan pakaian yang direndam dalam larutan kanji. Kedua, blog berbahasa inggris yang saya sebut masih berupa domain dan angan-angan belaka.

Makanya agar terhindar dari malu di masa depan, saya mengambil langkah yang berbeda di sini. Salah satunya lewat perilisan artikel terlebih dahulu, makanya bisa dilihat beberapa tulisan baru yang berturut-turut rilis dalam beberapa minggu belakangan ini. Tentu saja artikel yang dipersiapkan ada lebih banyak, dan mereka akan saya kejar untuk selesai secepat mungkin. Namun yang terpenting, adalah menentukan arah yang akan diambil blog ini. Sebuah garis besar haluan, bahasa Orbanya.

Di tahun-tahun awal konsepsinya blog Binatang Jalang ini berfokus kepada persoalan penulisan, terutama novel. Bisa dilihat dari berbagai macam resensi novel yang saya tulis di samping. Tapi banyak pula artikel-artikel terdahulu yang tidak malu untuk mengambil tema dan contoh yang di luar dari prosa, Bahkan bisa dikatakan mayoritas opini dan analisis yang ada di Binatang Jalang berbicara lebih banyak soal komik daripada sastra prosa.

Nah, saya tentu saja mengingat visi blog ini: mencari Binatang Jalang 21. Sebuah karya (sastra) yang tidak hanya bagus, berkualitas, namun juga memiliki pengaruh yang besar. Duapuluh satu mewakili pecaturan abad ini, sepasang angka yang mendenominasikan sesuatu yang baru. Sementara itu, seiring dengan berkembangnya peradaban, prosa tidak menjadi satu-satunya cara untuk mencipta sastra. Maka Binatang Jalang abad 21 yang dicari-cari oleh  blog ini tidak hanya terbatas pada prosa tertulis, namun juga pada medium lain.


Saya di sini dengan yakin percaya bahwa komik, sebagai medium visual yang relatif baru mampu menghadirkan Binatang Jalangnya sendiri. Meski keseriusan pada medium ini belum berlangsung hingga satu abad, terdapat banyak perkembangan dan potensi di mana penuturan visualnya mampu menghadirkan tema, dan cerita yang sekiranya tidak akan dapat diwujudkan oleh prosa tertulis.

Maka dari itu, kedepannya saya akan mulai meresensi lebih banyak komik. Mungkin yang paling banyak akan berasal dari Jepang mengingat jumlah dan bias yang saya miliki serta pengaruhnya di sini. Tapi tentu saya tidak akan mencampakkan komik-komik dari wilayah lain. Bahkan saya mau mengatakan kalau komik Indonesia akan mendapatkan perhatian khusus.

Kebijakan resensi saya pada komik kurang lebih akan sama dengan yang saya berikan pada novel. Resensi lengkap hanya saya saya tulis bila komiknya sudah selesai dan lengkap saya baca. Saya lakukan begitu karena banyaknya komik yang saya baca sekarang masih berlanjut. Mengingat banyaknya komik yang kualitas di awal melangit hanya untuk kemudian terjerembab ke tanah menjelang akhir cerita.

Tapi adakalanya bagian komik tertentu yang menarik perhatian hingga patut ditulis. Bila mengikuti kebijakan resensi di atas, pasti ini akan merepotkan. Makanya selain resensi saya akan menulis analisis singkat lengkap sebuah komik tertentu dengan ide pikiran yang juga spesifik. Contoh seperti artikel saya yang kemarin, dan kemungkinan sebagian artikel komik Indonesia akan berwujud seperti ini (mengingat masih sedikit yang sudah selesai).

Tenang saja, ya tidak akan melupakan resensi tentang novel. Prosa tertulis masih merupakan sumber referensi dan inspirasi terbaik untuk penulisan yang murni. Dengan begitu banyaknya novel baru maupun klasik, saya tidak akan pernah kehabisan novel untuk dibaca dan tentu di antaranya akan ada yang memberikan ide menarik yang harus ditulis dan dibahas secara lebih mendetail. Hanya saja saya tidak akan menaruh detail yang kelewat mendalam pada persoalan sastra prosa (karena sudah ada blog lain yang mengisi hal itu dan ilmu yang memang kurang).

Selain komik, mungkin akan ada cerita-cerita dari medium visual lain yang juga ingin saya tuliskan seperti game atau film. Namun mengingat blog ini yang berfokus pada perkara penulisan dan narasi, tulisan akan mereka difokuskan pada tema, dan narasi. Elemen-elemen visual dan perkara lain akan dibahas di lain tempat biar fokus blog ini tidak terpencar ke-mana-mana.

Demikian garis besar haluan yang telah saya terapken bagi blog ini. Sepatutnya garis-garis haluan tersebut dituruti agar para penbaca sekalian betah memantengi Binatang Jalang 21 kembali.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar