Senin, 24 Agustus 2015

Saatnya Bangkit Dari Kubur

Sepi, berdebu, dan mati

Di lihat dari tanggalnya, tahun ini saya belum sama sekali ngepos review, ulasan, atau resensi. Tahun di 2014 saya masih aktif membaca. Target 50 buku yang dibaca pun tercapai (meskipun ada sedikit curang dengan memasukkan komik). Tapi hanya ada beberapa yang kelar ditulis resensinya. Beberapa tidak ditulis karena bukunya memang bukan material resensi untuk blog ini, dan beberapa lagi karena kemalasan serta ketarsokan saya dalam menulis. Meski tidak seproduktif tahun 2013, tahun lalu merupakan tahun yang bagus untuk kegiatan baca dan menulis resensi.


Sayangnya tahun ini ketarsokan tersebut makin-makin menjadi-jadi. Tidak ada satupun resensi buku yang saya tulis. Lebih parah lagi, kegiatan membaca pun berkurang sama sekali ketika target membaca tahunan tidak mencapai 50 buku. Hingga tulisan ini dipos, saya baru membaca 14 buku, sudah termasuk 3 komik, dua artbook, dan hanya 4 buku yang dapat dijadikan material pos di sini. Setelah melihat dan menilai ini semua, sangat sedih rasanya melihat tahun 2015 hanya tersisa 4 bulan lagi namun saya begitu tidak produktif dalam menulis.

Ada beberapa hal yang saya dapat salahkan karena situasi ini. Semua ini gara-gara Monster Hunter pembunuh produktivitas sejati. Salah satunya mata kuliah semester lalu yang cukup memberatkan dan dapat dikatakan memberikan sejumput besar rasa frustasi dan depresi selama menjalani kuliah kemarin. Bukannya menghadapi secara langsung, saya justru malah berlari dari masalah, berusaha menenggelamkan diri dan melupakannya. Bahkan setelah perkuliahan berakhir, sikap ini terus berlanjut hingga begitu banyak yang sebenarnya bisa dilakukan ketika liburan, tetap terbengkalai.

Jangan sampai menunggu artikel baru seperti menuggu Godot

Meski tulisan ini sendiri butuh 3 sampai 4 hari untuk diselesaikan, rasanya akan lebih baik untuk pembaca ataupun diri saya sendiri apabila perubahan segera dilakukan. Begitu banyak sebenarnya hal-hal yang ingin ditulis baik itu resensi buku, artikel, atau hal lain yang berada di luar dunia buku (namun masih berhubungan dengan tulis-menulis). Satu blog mungkin tidak akan pas menampung semua tulisan tersebut.

Maka demikian saya ingin merubah dan melakukan beberapa hal. Pertama, saya akan mengambil bahasa yang lebih pribadi diblog ini baik itu dalam resensi ataupun artikel kedepannya. Menggunakan bahasa yang lebih dekat saya rasa, akan memudahkan proses menulis itu sendiri bagi saya daripada berusaha menggunakan bahasa yang netral dan berjarak. Pembaca pun mungkin akan lebih mudah mengerti poin-poin apa yang saya maksudkan dalam sebuah tulisan.

Hal kedua adalah saya dalam waktu dekat ini akan berencana untuk meluncurkan blog baru. Tema yang akan diambil blog itu akan berfokus pada entertainment berbentuk visual seperti game, anime, dan mungkin komik dalam resensi yang lebih detil pada aspek visualnya. Bahasa yang akan digunakan adalah bahasa inggris. Bukan, bukannya saya tidak nasionalis namun saya menggunakan bahasa asing tersebut lebih dikarenakan ingin mencapai khalayak global yang lebih luas dan agar dapat dibaca oleh teman-teman asing yang saya kenal dari forum luar. Sama seperti Binatang Jalang, blog itu akan diisi tidak hanya resensi namun juga artikel yang berkaitan dengan penulisan (yang mungkin apabila saya sedang rajin, akan diterjemahkan dan dipos di sini).

Akhir kata saya ingin benar-benar menjadikan menulis tidak hanya sebagai hobi atau sampingan, namun sebuah kebiasaan. Saya ingin banyak pikiran saya tertuang secara lebih rapih, dan terbaca, tidak berakhir di lautan shitpost yang ujung-ujungnya akan terlupakan di sebuah forum atau situs di ujung internet. Makanya saya berharap jarak tanggal antara pos ini dengan pos berikutnya tidak akan terpaut (terlalu) jauh.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar