Kamis, 28 Agustus 2014

[Resensi] The Well of Ascension

Meskipun saya membaca sampai habis
sulit mengatakan apakah pertarungan
disampul ada atau tidak
Judul : Mistborn: The Well of Ascension
Pengarang : Brandon Sanderson
Penerbit : Tor Fantasy
Tahun : 2008
Genre : Fantasy
Tebal : 796

Sinopsis:
Vin dan rekan-rekannya berhasil melakukan hal yang mustahil, tidak pernah diramalkan maupun terbesit dibenak siapapun akan terjadi. Mereka menumbangkan sesosok yang maha kuat laksana tuhan, membebaskan dunia dari cengkraman tiraninya. Namun itu hanyalah upaya paling awal dalam perjuangan mereka, sebagaimana tantangan yang sebenarnya baru terjadi ketika peradaban dan mulai berubah. Tiga pasukan dari tiga panglima berbeda berdiri dihadapan mereka, seraya sebuah ancaman dari masa lampau mulai merangkak bangkit.

Rabu, 06 Agustus 2014

[Resensi] Semua Untuk Hindia, Sebuah Mesin Waktu Setebal 154 Halaman

Maaf kalau terlalu kecil
Gak ada yang mau scan buat
Gambar yang lebih besar soalnya
Judul : Semua Untuk Hindia
Pengarang : Iksaka Banu
Penerbit : Kepustakaan Populer Gramedia
Tahun : 2014
Genre : Historical-Fiction, Short-Stories
Tebal : 154
Sinopsis
Indonesia, atau dulu dikenal sebagai Hindia Belanda memiliki sejarah panjang yang penuh dengan konflik kolonialisme. Iksaka Banu melalui khazanah sejarah Hindia Belanda yang kaya tersebut, menceritakan kembali tentang Hindia Belanda melalui 13 cerpennya yang dia terbitkan sejak tahun 2007. Di mulai dari masa kemerdekaan, dan mundur hingga pendaratan Cornelis de Houtman di tanah Sunda, 13 cerpen Iksaka Banu menceritakan seluk-beluk Hindia Belanda dalam detail yang kaya.

Sabtu, 02 Agustus 2014

[Resensi] Mistborn, Shounen Dalam Bentuk Novel

Amerika Serikat dan sampulnya, inilah
alasan mengapa saya bela-belain
cari novel Mieville versi Inggris
Judul : Mistborn: The Final Empire
Pengarang : Brandon Sanderson
Penerbit : Tor Fantasy
Tahun : 2007
Genre : Fantasy
Tebal : 657

Sinopsis
1000 tahun sudah berlalu semenjak Lord-Ruler berkuasa, memberikan kebangsawanan bagi mereka dan keturunannya yang telah membantu dirinya, dan memperbudak yang lainnya. Tidak ada yang pernah terpikirkan Lord-Ruler akan pernah lengser dari singgasana abadinya. Setiap usaha pemberontakan selalu digagalkan oleh pelayannya yang setia dan sama-sama abadi. Sampai seorang pesintas dari kekejaman Lord-Ruler terbangunkan jatidirinya sebagai mistborn dan menjalakan rencananya sendiri. Sebuah rencana gila untuk menjatuhkan tuhan dari singgasana abadinya. Meskipun dia gagal, akan orang lain yang meneruskan harapannya, harapan sebagai yang tertindas, dan seorang mistborn.