Kamis, 27 Juni 2013

[Resensi] Alice's Adventure in Wonderland and Through Looking Glass

Judul : Alice’s Adventure in Wonderland and Through Looking Glass
Pengarang : Lewis Carroll
Penerbit : Modern Library
Tahun : 1865 (asli), 2002
Genre : Fantasy, Humor, Classic
Tebal : 264

Apa daya karena urusan IRL, tetralogi Buru tidak kesampaian dikejar, bulan Juni sudah mendekati penghujungnya, dan bulan Juli segera masuk. Guna mempersiapkan SRC 2013 bulan Juli yang bertemakan buku anak-anak, saya harus mempersiapkan diri dengan membaca cerita anak-anak lain, dimulai dari klasik yang satu ini.

Sinopsis
Ditulis oleh Lewis Carroll untuk menghibur Alice Liddel dan dua saudarinya, Alice’s Adventure in Wonderland dan sekuelnya, Through Looking Glass menceritakan kisah tentang Alice dalam perjalanannya yang dipenuhi keanehan dan hal-hal yang tidak masuk akal. Kisah kejenakaan Alice dalam melihat dunia yang sepenuhnya aneh dan fantastis telah menghibur umat manusia dari dari berbagai generasi dan usia, dan juga seterusnya.


Ulasan
Dalam membicarakan cerita anak-anak, mungkin kita akan teringat cerita sederhana yang pasti membuat orang tua jadi tertidur seketika membacakan cerita tersebut keanak-anak mereka. Kita sering berkonsepsi bahwa cerita anak-anak merupakan cerita sederhana yang sepatutnya dapat dimengerti begitu saja oleh pikiran anak-anak yang masih sederhana. Tapi konsepsi ini tentu saja salah, karena cerita anak-anak yang baik bukan cerita dewasa yang disederhanakan begitu saja ide-idenya. Cerita anak-anak yang baik adalah cerita yang ketika dibaca lagi oleh anak-anak tersebut dimasa dia dewasa, dia akan mendapat sesuatu yang baru atau dapat terhibur. Tidak heran apabila C.S. Lewis sampai mengatakan bahwa cerita anak-anak yang bagus itu sangat sulit ditemukan, karena memang cerita anak-anak adalah jenis cerita yang paling sulit ditulis.

Itu alasan dimana Alice’s Adventure In Wonderland dan Through Looking Glass milik Lewiss Carroll dapat menjadi klasik uang terus menerus diceritakan ulang dalam berbagai versi dan senantiasa menghibur anak-anak maupun orang dewasa dari seluruh dunia. Cerita yang ditulis Lewiss Carroll memiliki daya tarik yang dapat memikat anak-anak lewat kejenakaan dan hal fantastis yang ditunjukkan oleh Alice sepanjang cerita. Sedangkan orang dewasa, yang ketika anak-anak sudah pernah membacanya akan menemukan sesuatu yang baru dari dalam cerita Lewiss Carroll karena cerita tersebut memiliki ide tersendiri yang unik. Ide Lewis Carroll yang didasarkan pada matematika yang dia kuasai tidak akan memberatkan anak-anak untuk menikmati petualangan Alice, namun bisa menjadi kesenangan tersendiri bagi mereka yang bisa mengerti dibaliknya. Satu hal lagi, Alice’s Adventure in Wonderland dan Through Looking Glass tidak memiliki pesan moral besar sebagaimana yang biasa ditemui dalam cerita anak-anak, tapi didalamnya kita bisa menemukan hal-hal moral kecil yang disampaikan secara jenaka tanpa ada kesan menggurui atau menceramahi dari pihak penulis.

Pada dasar ceritanya sendiri, Alice’s Adventure in Wonderland dan Through Looking Glass benar-benar memiliki pesona dan daya tarik yang begitu menawan sebagai sebuah cerita fantasi. Begitu banyak hal-hal yang menakjubkan dan melewati akal sehat, sehingga petualangan Alice ini seperti tepat menggambarkan daya imajinasi anak-anak yang tiada batasnya. Dunia yang diciptakan Lewis Carroll melalui mata Alice memberikan rasa penemuan yang memuaskan bagi saya, yang baru membacanya diwaktu dewasa. Rasa penemuan ini tentu akan menjadi menakjubkan apabila dibaca oleh anak-anak yang memiliki pikiran imajinatif tanpa batas.

Semua itu, dunia dan mahluk-mahluk dalam cerita Lewis Carroll dibawakannya dengan penuh humor melalui permainan kata bahasa inggris yang sangat menghibur. Permainan kata ini memberikan kesenangan tersendiri ketika membacanya. Tidak hanya permainan kata yang menjadi titik kuat penulisan Lewis Carroll, dalam prosa dia juga bisa membawakan secara sederhana tanpa perlu terasa menjadi dangkal, sehingga anak-anak bisa membacanya tanpa perlu merasa kesulitan, dan orang dewasa dapat membaca tanpa merasa bosan ataupun canggung.

Akan tetapi, cerita Alice’s Adventure in Wonderland dan Through Looking Glass dalam bentuk asli menjadikan semua hal yang sebutkan tadi menjadi titik lemahnya sendiri, apalagi ketika kita sudah membaca versi lain dari cerita Alice yang lebih sederhana. Cerita yang dibawakan dalam Alice’s Adventure in Wonderland dan Through Looking Glass begitu imajinatif sehingga cerita-cerita tersebut terasa lepas, tidak nyambung, atau tidak masuk akal. Hal ini terutama akan dirasakan dalam cerita Alice’s Adventure in Wonderland yang memiliki begitu banyak hal tidak masuk akal yang terus bertautan dan muncul satu sama lain. Sedangkan dalam Through Looking Glass, cerita dibawakan lebih baik karena hal-hal yang ada terasa lebih nyambung dan tidak muncul bertautan satu sama lain secepat cerita sebelumnya.

Kesulitan yang didapat dari cerita Lewis Carroll bukan semata-mata isi ceritanya. Kesulitan akan ditemui oleh mereka yang bukan berbahasa ibu bahasa inggris, karena permainan kata yang dilakukan oleh Lewis Carroll kemungkinan besar hanya sekenanya bisa didapat. Sedangkan permainan kata tersebut justru apa yang menjadikan Alice’s Adventure in Wonderland dan Through Looking Glass mampu menawan hati anak-anak maupun orang dewasa. Alice’s Adventure in Wonderland dan Through Looking Glass menjadi bacaan yang sulit, bahkan membingungkan bagi mereka yang menganggap ini cerita sederhana yang mengikuti alur seperti biasa. Dan membacanya dalam versi terjemahan berarti menghilangkan daya tarik utama dari Alice’s Adventure in Wonderland dan Through Looking Glass.

Alice’s Adventure in Wonderland dan Through Looking Glass merupakan sebuah cerita anak-anak yang menawan, dan merupakan salah satu bukti terbaik bagaimana seharusnya cerita bagi anak-anak itu ditulis dan diceritakan. Akan tetapi bagi kita yang bukan berbahasa ibu bahasa inggris dipastikan akan menemui kesulitan dalam membacanya karena memang Lewis Carroll menulisnya dengan berbagai macam permainan kata, suatu hal yang biasa dilakukan oleh anak-anak pada usianya. Bagi mereka yang bisa menembus tembok bahasa tersebut, Alice’s Adventure in Wonderland dan Through Looking Glass akan memberikan sebuah cerita yang sangat menghibur dan imajinatif, sehingga kita akan berharap untuk bisa membacanya sebagai seorang anak kecil.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar