Selasa, 02 April 2013

[Resensi] Railsea


Judul : Railsea
Pengarang : China Mièvelle
Penerbit : Pan-Macmillan Books
Tahun : 2012
Genre : Fantasy, Steampunk, Weird, Speculative
Tebal : 376

Selama beberapa minggu ini, sepertinya buku yang saya review bukan hanya dia interlokal tapi juga dari satu pengarang. Padahal katanya ini blog buku lokal. Kenapa bisa ngaco gini? Tenang saja, ini yang terakhir dari pengarang botak favorit saya selama beberapa bulan kedepan. Karena SRC bulan ini temanya sastra Indonesia, persiapkan diri saja dengan review atas karya-karya mas Pram

Sinopsis

Sham ap Soorap, seorang yatim-piatu menjadi asisten dokter diatas kereta moler, Medes, kereta pemburu tikus tanah raksasa dibawah Kapten Naphi yang kehilangan tangannya pada seekor tikus tanah raksasa berwarna gading. Ketika kaptennya tersebut berpikir tiada habisnya untuk memburu seteru abadinya tersebut, Sham tidak terpikirkan bahwa hidupnya harus dilewatkan begitu saja menjelajahi railsea yang tidak terbatas. Disitu, Sham bertemu dengan Shroakes bersaudara yang akan membawa dia pada filosofinya sendiri.

Ulasan

Ini adalah buku keempat China Mièvelle yang saya baca. Dulu, ketika pertama kali melihat Railsea sebagai novel terbarunya & melihat di bagian genre terpampang kata YA alias young adult, saya jujur sedikit kecewa & khawatir. Tapi mengingat pengalaman saya dengan YA sebelumnya tidak begitu buruk, maka saya tetap membelinya dengan harapan yang sama & cukup tinggi. & bisa dikatakan kalau Railsea jatuh sama dimana sebuah novel YA yang berkualitas lebih pantas disebut sebagai novel semua umur.


Sebagaimana dua novel lainnya & sebuah kumpulan cerpen dari China Mièvelle, Railsea kembali memberikan gambaran pada kita seberapa luasnya imajinasi si pengarang. Awalnya mungkin sekilas dari apa yang kita baca di sinopsis, Railsea hanyalah penggambaran ulang atau tiruan daripada karya klasik Moby-Dick (apalagi dengan nama tikus tanah berwarna gading itu Mocker-Jack). Tapi tidak, hal itu hanyalah semacam alusi atau shout-out China Mièvelle kepada salah satu penulis favorit. Railsea walaupun mungkin tidak disejajarkan dengan Moby-Dick, bisa berdiri sebagai karya kontemporer yang solid.

Settingnya sebagaimana novel & cerita lainnya dari China Mièvelle, sangat memainkan peran disini. Railsea, adalah semacam term yang diberikan pada suatu hamparan luas dengan begitu banyak rel yang saling sambung-menyambung, memanjang, memutar, nyaris tiada batas di horizon selayaknya laut. Berlayar, atau berlabuh, atau tenggelam disini bukan lah dengan kapal, melainkan dengan kereta.

Dengan kesan awal yang begitu mengada-ngada, China Mièvelle berhasil membuat setting yang sedemikian imajinatif terasa begitu nyata. Dia terus mengembangkan apa yang ada dari dunianya, apa yang menggantikan hal yang kita lakukan selama di laut dengan railsea. Dengan adanya langit yang beracun, monster bawah tanah berbahaya yang siap mencaplok orang yang “tenggelam” di atas tanah, juga sejarah bagaimana adanya railsea sehingga terbuka berbagai kemungkinan dunia apa ini membuat setting yang ada begitu menawan. Karena itu bagi saya alasan utama untuk terus membalik halaman dari buku bukanlah plot, atau interaksi antar karakter, melainkan setting tersebut, penasaran dengan apa yang dapat di berikan berikutnya dari dunia ini.

Seperti yang saya katakan sebelumnya, ini novel YA (sebenarnya, novel YA kedua dari China Mièvelle, satu lagi, Un Lun Dun baru nanti akan saya baca). Dari karakter utamanya saja sudah menggambarkan hal tersebut, karena berlainan sama sekali dengan karakter utama China Mièvelle yang biasanya seorang paruh baya, kali ini kita mendapat seorang remaja. Tapi hal tersebut tidak menghentikan Railsea menjadi novel yang sangat menghibur. Hal-hal gelap yang ditemukan di buku-buku sebelumnya digantikan rasa petualangan, penemuan,  bahkan pengejaran serta pencapaian atas mimpi & tujuan. Semua ini dilakukan tanpa mensimplifikasi presentasi ide-ide dalam cerita, suatu kesalahan yang banyak ditemui dalam novel YA sehingga Railsea dapat dinikmati baik oleh orang dewasa maupun anak-anak.

Mungkin, kekurangan atau kesulitan lebih tepatnya dari buku ini adalah gaya penulisan yang digunakan oleh China Mièvelle. Secara prosa & keseluruhan, mungkin lebih mudah untuk dibaca. Chapter yang ada biasanya yang paling panjang tidak akan lebih dari 15 halaman sehingga membuka ruang yang sangat banyak untuk beristirahat selama membaca. Tapi gaya penulisan yang seperti pelaut atau mungkin gaya penulisan dari Moby-Dick begitu menyulitkan saya. Ketika saya jarang sekali membuka balik suatu halaman karena tidak mengerti di novel sebelumnya, kali ini saya harus membaca satu paragraf berkali-kali untuk bisa mengerti dari apa yang dimaksud disitu. Mungkin kesulitan ini hanya ditemui pada pembaca yang tidak berbahasa ibu bahasa inggris.
&

Sejauh apakah sudah sadar dengan banyaknya penggunaan &? Ini karena sepanjang novel, kata “and” diganti dengan &. Awalnya ini terasa sangat aneh bagi saya namun lama kelamaan tebriasa. Tapi ternyata, penggunaan & ini ada makna dibaliknya. Suatu sentuhan kecil yang sangat menarik untuk seorang penulis bisa manfaatkan dalam penulisan.

Railsea, sebagaimana cerita China Mièvelle lainnya, sangatlah imajinatif. & kali ini, cerita yang dipresentasikan cocok untuk segala umur karena hal-hal gelap & yang kotor dari realitas digantikan dengan kisah petualangan, pengejaran mimpi, & penemuan, dibawakan dengan gaya penceritaan yang tidak kalah uniknya. Railsea merupakan novel semua umur yang solid, & layak dibaca bagi dia yang mungkin ingin petualangan sederhana namun masih ada makna dibaliknya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar