Senin, 29 April 2013

[Resensi] The Ladies of Grace Adieu and Other Stories

Judul : The Ladies of Grace of Adieu and Other Stories
Pengarang : Susanna Clarke
Penerbit : Bloomsbury
Tahun : 2006
Genre : Fantasy, Alternate-History, Historical-Fiction
Tebal : 235


Sinopsis

Susanna Clarke, sebelum menerbitkan karya agung yang menjadi debutnya, Jonathan Strange & Mr Norrell, menulis beberapa cerita pendek. Cerita pendek ini tidak pernah diketahui rimbanya sampai rekan penulis lain, Neil Gaiman, Colin Greenland, dan lainnya mendorong Clarke untuk merilis cerpen miliknya kedalam kumcer. Dalam kumcer ini, Susanna Clarke membawakan kembali kisah fairytale Inggris dengan tradisi aslinya yang dipenuhi oleh sihir dan keajaiban.

Sedikit beristirahat dari Tetralogi Buru sebelumnya, kali ini saya akan membawakan ulasan buku interlokal sebagai rehatnya. Tetralogi Buru mungkin akan dilanjutkan setelah dua atau tiga buku lagi.

Minggu, 28 April 2013

[Resensi] Anak Semua Bangsa

Judul : Anak Semua Bangsa
Pengarang : Pramoedya Ananta Toer
Penerbit : Lentera Dipantara
Tahun : 1980 (asli), 2005
Genre : Roman, Historical-Fiction
Tebal : 536


Sinopsis

Minke sebagai seorang pribumi yang terdidik oleh pendidikan Eropa selalu berpikir apa yang berasal dari Eropa adalah yang terbaik. Namun, semenjak istrinya diambil oleh pengadilan kolonial, perlahan cara pandangnya berubah. Setelah di dorong oleh temannya Kommer dan Jean Marais, dan pertemuannya dengan pemuda Cina progesif Khouw Ah Shou dan jurnalis liberal Ter Haar, Minke mulai belajar mengenal bangsanya sendiri, menjadi anak semua bangsa.

Rabu, 17 April 2013

[Resensi] Bumi Manusia


Judul : Bumi Manusia
Pengarang : Pramoedya Ananta Toer
Penerbit : Lentera Dipantara
Tahun : 1980 (asli), 2005
Genre : Roman, Historical-Fiction
Tebal : 535

Sinopsis
Minke, seorang jawa berdarah priyayi membebaskan dirinya dari kepompong, atau kukungan kejawaan-nya dengan pendidikan Eropa yang didapat. Pertemuannya dengan Nyai Ontorosoh, dan cintanya, Annilies Mellema, merubah pandangannya sendiri pada Eropa yang berada dalam dirinya, dan juga atas kehidupan secara menyeluruh.

Ulasan
Sebagai seseorang yang dekat dengan buku sedari kecil karena kesukaan ayah saya dengan buku, maka nama Pramoedya Ananta Toer tidak begitu asing di telinga saya, walau pada saat itu saya hanya mengenalnya sekedar sebagai sastrawan saja. Ketetarikan saya pada buku yang beliau tulis baru muncul beberapa waktu belakangan setelah mendengar reputasinya melalui karyanya, Tetralogi Pulau Buru. Melalui buku pertamanya, Bumi Manusia, saya cukup tidak mengerti mengapa ini belum dijadikan klasik.

Sabtu, 13 April 2013

[Resensi] Jonathan Strange & Mr Norrell


Judul : Jonathan Strange & Mr. Norrell
Pengarang : Susanna Clarke
Penerbit : Bloomsbury
Tahun : 2004
Genre : Fantasy, Alternate-History, Historical-Fiction
Tebal : 1006

Sinopsis

“Dua penyihir akan muncul di Inggris. Yang Pertama akan takut padaku; yang kedua akan mengelu-elukan diriku”

Berangkat dari ramalan itu, kita berada di tahun 1806, berabad-abad telah berlalu sejak sihir memudar dari dataran Inggris. Namun ketika Eropa dilanda Perang Napoleon, Inggris masih memiliki satu penyihir yang tersisa: Mr. Norrell yang reklusif dari Hurtfew Abbey, yang menunjukkan bakatnya ke seantero Inggris. Tapi kemudian, Norrell ditantang kehebatannya oleh penyihir lain: muda tampan, dan pemberani, Jonathan Strange. Jonathan Strange dan Mr. Norrel, kelak akan terlibat rangkaian peristiwa yang akan membawa kembali sihir ke tanah Inggris.

Sebelum kita mulai, pasti bertanya-tanya kenapa lagi-lagi buku interlokal. Padahal, kalau ngakunya ini blog buku lokal tapi isinya nyaris pujian ke berbagai buku interlokal. Jangan salah, buku-buku interlokal ini memang semuanya menurut saya bagus. Dan tenang, ini mungkin buku interlokal terakhir yang akan saya ulas untuk beberapa minggu kedepan.

Selasa, 09 April 2013

[Resensi] Negeri Di Ujung Tanduk

Jelas-jelas oleh dantd95

Judul : Negeri Di Ujung Tanduk
Pengarang : Tere Liye
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun : 2013
Genre : Thriller
Tebal : 359 hlm.

Sebelum memulai review ini (dan sebelum saya menjelaskan kenapa, oh kenapa, saya membaca sebuah sekuel tanpa baca prekuelnya terlebih dahulu) hati saya tergelitik sekali oleh ucapan sang pengarang berikut ini :

"Jangan mau jadi kritikus buku, tapi tidak pernah menulis buku."

Saya baru saja mengetahui fakta yang amat menarik dari kalimat ini : rupanya almarhum Roger Ebert seorang sutradara terkenal, dan Steven Spielberg cuma salah satu dari banyak pseudonim yang ia pakai. Hm, sungguh kalimat yang informatif. Oke, mari kita berhenti bersarkasme ria dan menyikapi pernyataan ini secara serius. Kenyataannya, membuat sesuatu dan menganalisis sesuatu adalah dua keahlian yang berbeda. Ada alasan yang jelas tentang kenapa pemain-pemain sepakbola terbaik dunia, Maradona dan Pele, tidak sukses menjadi pelatih (Pele bahkan tidak menjadi pelatih; dia lebih banyak berkutat membuat prediksi2 yang selalu salah) sedangkan Arrigo Sacchi dan Jose Mourinho tidak pernah jadi pemain profesional tapi keduanya merevolusi sepakbola.

Sacchi sendiri tentu banyak diremehkan saat pertama kali memimpin AC Milan karena tidak pernah menjadi pemain. Jawabannya?


Selasa, 02 April 2013

[Resensi] Railsea


Judul : Railsea
Pengarang : China Mièvelle
Penerbit : Pan-Macmillan Books
Tahun : 2012
Genre : Fantasy, Steampunk, Weird, Speculative
Tebal : 376

Selama beberapa minggu ini, sepertinya buku yang saya review bukan hanya dia interlokal tapi juga dari satu pengarang. Padahal katanya ini blog buku lokal. Kenapa bisa ngaco gini? Tenang saja, ini yang terakhir dari pengarang botak favorit saya selama beberapa bulan kedepan. Karena SRC bulan ini temanya sastra Indonesia, persiapkan diri saja dengan review atas karya-karya mas Pram

Sinopsis

Sham ap Soorap, seorang yatim-piatu menjadi asisten dokter diatas kereta moler, Medes, kereta pemburu tikus tanah raksasa dibawah Kapten Naphi yang kehilangan tangannya pada seekor tikus tanah raksasa berwarna gading. Ketika kaptennya tersebut berpikir tiada habisnya untuk memburu seteru abadinya tersebut, Sham tidak terpikirkan bahwa hidupnya harus dilewatkan begitu saja menjelajahi railsea yang tidak terbatas. Disitu, Sham bertemu dengan Shroakes bersaudara yang akan membawa dia pada filosofinya sendiri.

Ulasan

Ini adalah buku keempat China Mièvelle yang saya baca. Dulu, ketika pertama kali melihat Railsea sebagai novel terbarunya & melihat di bagian genre terpampang kata YA alias young adult, saya jujur sedikit kecewa & khawatir. Tapi mengingat pengalaman saya dengan YA sebelumnya tidak begitu buruk, maka saya tetap membelinya dengan harapan yang sama & cukup tinggi. & bisa dikatakan kalau Railsea jatuh sama dimana sebuah novel YA yang berkualitas lebih pantas disebut sebagai novel semua umur.

Senin, 01 April 2013

[Resensi] Looking For Jake and Other Stories


Judul : Looking for Jake and Other Stories
Pengarang : China Mièvelle
Penerbit : Pan-Macmillan Books
Tahun : 2005
Genre : Fantasy, Steampunk, Weird, Horror
Tebal : 305

Sinopsis
Agak sulit menuliskan sinopsis untuk kompilasi cerpen dan novella. Tapi, ya sudahlah.
China Mièvelle sepanjang karir telah menulis beberapa cerita pendek dan novella untuk majalah dan lomba. Sekarang, cerpen dan novella tersebut dijadikan satu dalam kompilasi ini yang disertai dengan beberapa cerita yang orisinal hanya pada kompilasi, termasuk Jack, cerpen yang bersetting di Bas-Lag, dunia fiksi rekaan China Mièvelle yang mashyur.

Ulasan
Ini sudah buku ketiga China Mièvelle yang saya baca. Dua cerita sebelumnya yang saya baca tidak mengecewakan. Seharusnya dengan itu harapan saya menjadi lebih tinggi lagi, tapi kali ini tidak. Karena ini, Looking for Jake and Other Stories adalah kumpulan cerpen dan novella, yang menurut saya kualitas dan ragam ceritanya akan lebih campur aduk.