Sabtu, 30 Maret 2013

[Resensi] Crusader Kings II

Review by dantd95

Seperti janji kami, akhirnya blog ini kedatangan review game juga. *sfx tepuk tangan riuh* Nah, dan karena secara telepatis kami sudah sepakat buat ga sembarang bikin review game, maka kalian yang membaca ini dapat jaminan : Ini. Bukan. Game. Sembarangan.

Oke, cukup sampai di situ keren-kerenannya. Mari kita mulai. Crusader Kings II adalah sebuah game RPG/strategy bikinan studio Paradox Interactive, spesialis game bernuansa sejarah. Gue yakin pasti belum terlalu banyak di antara kalian yang pernah denger game ini. Ini bukan game yang super-hyped macam Call of Duty. Bukan game dengan simulasi perang yang grandiose macam Total War. Bukan juga game dengan grafis yang bikin bertanya-tanya "Perasaan gue main game deh, bukan nonton pelem" macam Crysis.

Game ini adalah game yang sangat sederhana tentang memainkan sebuah keluarga yang tidak ada hubungannya sama sekali dengan perang dan intrik istana.

Iya, gue bohong.

Agar kalian tidak tertipu lebih jauh lagi (baca : biar gue bisa nahan hasrat ngetroll yang udah numpuk), let's get the facts straight : Crusader Kings II, kalau disederhanakan, adalah game dimana pemainnya memainkan seorang bangsawan yang memiliki tanah di sekitaran Eropa-Timur Tengah dalam rentang waktu tahun 1066-1453. Atau tepatnya sebuah dinasti. Ketika karaktermu mati, penerusmu yang dari dinasti sama akan menggantikan, dan terus terus teruuus begitu.

"Lah, terus kapan dong game over-nya?"

Ya kalau dinastimu ga punya tanah lagi, lah. Atau kalau dinastimu habis, entah itu karena salah kawin, apes kena wabah, penerus terakhir mandul, atau karena ada orang yang dendam pada karaktermu dan membunuhi anggota-anggota keluargamu satu persatu (ini serius). Cara menangnya? Simply bertahan hidup sampai akhir rentang waktu game ini.

"Udah gitu aja? Gampang dong!"

Santai dulu, santai dulu. Justru di situlah uniknya. Yang pertama, pemain bisa menentukan tujuannya sendiri memainkan game ini. Mau menguasai seluruh peta? Oke. Mau menyebarluaskan dinastimu kemana-mana seperti wangsa Habsburg? Oke. Cuma mengincar posisi raja dan membiarkan semuanya berjalan secara alamiah? Oke. Atau mau jadi serial killer? Er... oke, toh mekanika game masih memungkinkan hal ini.

Meskipun game ini adalah tentang memainkan keluarga, tapi tentu saja ini bukan The Sims 3. Menjadi bangsawan yang memiliki tanah di abad pertengahan, baik pertanyaan maupun jawabannya hanya satu : Kekuasaan. Power. Harta, Tahta, Wanita! Dan gue enggak lebay soal ini. Konsep kekuasaan di game ini jauh lebih realistik dan kompleks dibanding "bikin tentara-perang-banyakin duit"-nya Total War series. Meskipun perang memang salah satu elemen utama dalam menggapai, mempertahankan, dan memperluas kekuasaan, tapi justru mekanika game ini memilih untuk berfokus pada hal lain : intrik! Konspirasi! Sekongkol! Pembunuhan terencana! (Meskipun begitu, perangnya cukup realistis juga karena perang di game ini cukup melelahkan dengan waktu yang panjang dan biaya finansial yang cukup besar)

Punya jiwa sadis yang tidak terlampiaskan? Tak masalah! Mainkan orang Yunani, penjarakan orang, dan ada pilihan untuk membutakan atau mengebiri tahanan! (ingat-ingat saja untuk menginstall DLC-rangkap-expansionnya juga)


Jadi bawahan raja tapi ingin jadi raja? Tak masalah, sekongkol! Punya klaim ke kerajaan lain? Sekongkol! Ingin kawin dengan wanita yang sudah beristri? Sekongkol! ...Oke, itu bukan persekongkolan yang terlalu bermanfaat karena waktu yang dihabiskan akan terlalu banyak dengan hasil yang sedikit.

Dan karakter-karakter yang ada di game ini juga punya keunikan tersendiri. Kompetensi dan sifat mereka, termasuk hubungan mereka dengan orang lain, ditentukan dengan sistem Trait (dan tambahan basic skills buat kompetensi). Misalnya, karakter dengan temperamen tinggi akan lebih ahli dalam pertarungan tapi lebih sulit menguasai diplomasi. Karakter yang ambisius tidak akan cocok jadi bawahan dan pasti mencari-cari cara untuk membesarkan kekuasaan sendiri. Karakter yang homoseksual akan sedikit lebih sulit dapat anak dibanding yang hetero, dan lain-lain.

Satu lagi kekuatan utama dari game ini adalah bagaimana pemain bisa menciptakan ceritanya sendiri karena gameplay yang terbuka. Bahkan menonton bagaimana dinasti-dinasti lain jaya dan jatuh bisa memberi kepuasan tersendiri. Misalnya melihat Rusia susah payah dipersatukan, kemudian baru satu tahun bersatu rajanya mati digantikan raja anak-anak dan perang sipil memecah negara. Atau menjadi salah satu duke oportunis di Byzantium yang bersekongkol untuk menggulingkan raja yang dibenci. Bahkan memainkan salah satu dinasti Muslim di Spanyol yang terpecah-belah, mencoba membagi fokus antara serangan Kristen yang semakin galak dan pertarungan antar Muslimnya sendiri. Setiap karakter, setiap kondisi, setiap posisi, setiap kultur, dan setiap agama punya tantangannya sendiri-sendiri (misalnya kalau memainkan Muslim dan tidak poligami dapat penalti prestise, tapi lebih mudah untuk menginvasi negara yang beda agama).

Sebenarnya ada banyak sekali yang harus diungkapkan tentang game ini (karena game ini adalah salah satu tipe game yang simpel-tapi-kompleks) tapi agar postingan ini tidak terlalu panjang, maka gue akhiri post ini dengan mengatakan bahwa game yang mengutamakan intrik dan power play seperti ini adalah game yang paling tepat untuk memainkan A Song of Ice and Fire.

*sfx suara fans GoT teriak bahagia*

4 komentar:

  1. wuah :v game ini .. mengingatkanku sama Romance of Three Kingdom yang dulu sering spupuku mainin (yg strategi it, bukan yang main hantem-hanteman).

    tpi yg ini unik yah, trait tokoh utamanya bisa berpengaruh sama pilihan tindakan kita dalam game ini :> (dan karakternya bisa jadi gay pula, kakakaka~). klo soal BGM-nya gimana? :D nuansanya cocok ma game-nya?

    dan klo boleh ditambahkan, minimum spec untuk mainin game ini berapa? trims :>

    BalasHapus
    Balasan
    1. bener itu traitnya banyak yang aneh2, sampe ada trait Lunatic sama Impaler segala loh :p tapi ga 100% bisa ditentuin sendiri sih, kebanyakan asalnya dari masa kecil pas dididik sama orang (jadi kalau mau jahil bisa didik anak rivalmu dan.... ;))

      BGMnya? PURE GOLD :D

      spec... let's see, Pentium 4, RAM 2GB, VGA 256MB kalau ga salah :3

      Hapus
    2. ah, dan jangan lupa juga main game ini harus dengan DLC minimal Sword of Islam + Legacy of Rome kalau mau maximum experience :v santai aja, ga gede2 banget kok DLC2nya~

      Hapus
  2. Gamenya itu kita bisa ngatur kayak the sim atau kayak the guild kah ?

    BalasHapus