Minggu, 31 Maret 2013

Mengapa dan Apa: Fiksi

Jadi, karena saya kebanyakan waktu dan ingin memberikan sesuatu yang berguna dalam rangka merayakan suatu hal, saya menuliskan suatu essai tulisan. Tadinya saya ingin menjadikan apa yang dituliskan itu ekslusif untuk tempat tersebut, tapi setelah didesak oleh Dantd95, saya putuskan untuk mempostnya disini. Hitung-hitung nambah jumlah post dan update menyebarkan isi pikiran ke khalayak lebih luas. Sekalian juga combo breaker sama post saya yang akhir-akhir ini isinya ulasan buku.

Isi tulisan yang akan saya sampaikan aslinya terbagi atas beberapa poin: Hakikat, Fungsi, Show not Tell, Genre, Medium, Inspirasi dan Referensi, serta Pentingnya Membaca. Hanya dua yang pertama yang akan saya tuliskan disini, dengan nyaris sama dari sumbernya dengan sedikit penambahan sedangkan yang lainnya akan mendapat fokus tersendiri. Ini termasuk satu bagian yang saya potong, Kesadaran Diri, akan saya pos disini suatu saat nanti.

Tulisan saya dibawah ini mungkin secara implisit akan berasa diperuntukkan untuk fiksi tertulis. Namun spektrum fiksi yang dibicarakan adalah fiksi dalam cakupan terluasnya. Saya menuliskan pengertia dibawah ini dalam pengertian yang bisa diaplikasikan untuk fiksi 

Sabtu, 30 Maret 2013

[Resensi] Crusader Kings II

Review by dantd95

Seperti janji kami, akhirnya blog ini kedatangan review game juga. *sfx tepuk tangan riuh* Nah, dan karena secara telepatis kami sudah sepakat buat ga sembarang bikin review game, maka kalian yang membaca ini dapat jaminan : Ini. Bukan. Game. Sembarangan.

Oke, cukup sampai di situ keren-kerenannya. Mari kita mulai. Crusader Kings II adalah sebuah game RPG/strategy bikinan studio Paradox Interactive, spesialis game bernuansa sejarah. Gue yakin pasti belum terlalu banyak di antara kalian yang pernah denger game ini. Ini bukan game yang super-hyped macam Call of Duty. Bukan game dengan simulasi perang yang grandiose macam Total War. Bukan juga game dengan grafis yang bikin bertanya-tanya "Perasaan gue main game deh, bukan nonton pelem" macam Crysis.

Game ini adalah game yang sangat sederhana tentang memainkan sebuah keluarga yang tidak ada hubungannya sama sekali dengan perang dan intrik istana.

Iya, gue bohong.

[Resensi] On Writing - A Memoir of the Craft


Judul : On Writing – A Memoir of the Craft
Pengarang : Stephen King
Penerbit : Scribner
Tahun : 2000 (Asli), 2010 (Edisi Sepuluh Tahun)
Genre : Non-Fiction, writing
Tebal : 291

Sinopsis
Apa Saya harus nulis sinopsis untuk buku non-fiksi? Baik-baik akan saya tulis.

Buku semi otobiografi Stephen King akan kenangan dan pengalamannya dalam menekuni bidang karya menulis. Ditambah dengan pengalaman hidup-mati yang dia alami ketika mengalami kecelakaan pada tahun 1999, On Writing adalah salah satu buku terbaik Stephen King.

Ulasan
 Stephen King, penulis mashyur dari Amerika Serikat, telah menghasilkan 50 buku novel, 200-an cerita pendek dan masih terus bertambah. Dengan pengalamannya dalam pengkaryaannya, dia kerap ditanyai apa rahasia dari keberhasilannya. Bosan ditanyai hal yang sama terus menerus, dan juga tidak puas dengan banyak buku tentang menulis yang dianggapnya hanya berisi bullshit, King memutuskan untuk mencoba menulis buku tentang menulis, On Writing. Apa dia akan bisa benar-benar menunjukkan para penulis bullshit itu bagaimana caranya menulis buku tentang menulis yang benar? Atau malah dia akan jatuh kedalam jebakan yang sama?

Jawabannya tidak. Klaim On Writing sebagai pelengkap Elements of Style (panduan dasar menulis dalam bahasa inggris paling mashyur) mungkin tidak salah.

Jumat, 22 Maret 2013

[Resensi] The Scar


Judul : The Scar
Pengarang : China Mièvelle
Penerbit : Pan-Macmillan Books
Tahun : 2002
Genre : Fantasy, Steampunk, Weird, Speculative
Tebal : 795

Aah, sudah berapa lama The Scar berdebu di lemari saya. Dulu saya gak bisa ngebaca karena merasa isinya terlalu sulit dan selalu saja tidak mampu menyempatkan diri untuk membacanya. Akhirnya, setelah tercerahkan dan mulai membaca buku, mungkin, setelah dua tahun buku ini dibeli dari salah satu buku impor, bisa selesai saya baca dan sekarang bisa saya tulis.
China Mièvelle memang bukan penulis sembarang.

Sinopsis

Bellis Coldwine, seorang linguis, berada di sebuah kapal dalam upaya pelariannya dari kejaran para agen pemerintah karena koneksi dengan salah satu biang utama Wabah Mimpi yang melanda New Crobuzon silam.  Pelariannya itu tidak berjalan sesuai dengan harapannya ketika kapal yang dia tumpangi dibajak oleh para bajak laut Armada, sebuah kota apung raksasa yang terdiri atas kapal-kapal yang diikat. Disana, Bellis akan menemui hal-hal menakjubkan dan terjebak dalam benang intrik selagi dia merasa rindu atas kampung halamanya yang mengancam nyawanya.

Ulasan

Sebagaimana yang sudah saya tuliskan sebelumnya di ulasan Perdido Street Station, China Mièvelle telah membuktikan dirinya bahwa fantasi bukan hanya sekedar pedang dan sihir, petualangan mencari benda-benda ajib lalu menghancurkannya ditempat benda itu dibuat, atau mendomplang overlord dari tempat dia berkuasa. Dia tidak berhenti disitu, dia terus maju, melanjutkan apa yang dia mulai, mengembalikan kata fantastis kedalam genre fantasi. Kali ini dia melakukannya dengan The Scar. Dan dia berhasil, sangat berhasil.

Senin, 11 Maret 2013

[Resensi] Redfang


Judul : Redfang (Vandaria Saga)

Pengarang : Fachrul R.U.N
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun : 2012
Genre : Fantasy, Psychological
Tebal : 414+25
ISBN13: 9789792290929
Mungkin pembaca yang budiman dan sering menengok blog muda ini dalam berkala akan melihat suatu keanehan, yakni saya Shengar belum sekalipun nulis ulasan buku lokal. Sedangkan blog ini ditulisnya akan memfokuskan diri pada buku lokal yang ironisnya hal itu saya yang tulis.

Jadi, disinilah ulasan buku lokal saya, yang kedepannya mungkin akan menyusul ulasan ulang dari buku Hailstorm yang saya baca Januari silam agar bisa menemani ulasan ini dan agar nambah jumlah pos serta menambah jumlah bandingan.

[Resensi] Leviathan Trilogy

Judul : The Leviathan Trilogy (Leviathan#1, Behemoth #2, Goliath#3)
Pengarang : Scott Westerfeld
Penerbit : Simon Schuster/Simon Pulse
Tahun : 2009 (Leviathan), 2010 (Behemoth), 2011 (Goliath)
Genre : Fantasy, Steampunk, Adventure, Alternate-History
Tebal : 441 (Leviathan), 481 (Behemoth), 545 (Goliath)

Sudah beberapa waktu ketiga buku ini berada di lemari saya dan tidak terjamah. Yang paling pertama tiba, Behemoth, harus menunggu beberapa bulan dalam pencarian saya pada buku pertamanya Leviathan. Setelah waktu berlalu, saya tidak kunjung menemukannya dan Goliath malah rilis terlebih dahulu. Frustasi, akhirnya saya beli juga di toko buku impor online karena toko buku impor kebanyakan sama saja ketersediannya dengan toko buku lokal. Walaupun Dantd bilang kalau saya sebaiknya naruh review buku interlokal yang benar-benar bagus saja disini, tapi karena obsesi saya pada steampunk itu sendiri dan untuk nambah jumlah post/update, ya udah tetap saya post disini.

Dan, ugh sampulnya bikin saya mual.

Minggu, 10 Maret 2013

[Resensi] The Girl with the Dragon Tattoo


Judul : The Girl with the Dragon Tattoo
Judul Asli: Män som hatar kvinnor(Pria yang membenci wanita)
Pengarang : Stieg Larsson
Penerbit : Qanita
Penerjemah: Nurul Agustina
Tahun : 2011
Genre : Crime, Detective, Thriller
Tebal : 780
ISBN13: 9786029225341

Sinopsis

Mikael Blomkvist, seorang wartawan investigasi yang sedang dirudung masalah hukum, mendapat pekerjaan dari seorang pensiunan taipan industrialis, Henrik Vanger, untuk menyelidiki kasus hilangnya keponakan kesayangan Vanger, Herriet Vanger, 36 tahun silam. Blomkvist menyewa bantuan Lisbeth Salander, seorang peretas jenius anti-sosial yang memiliki ingatan fotografis untuk mengungkap kasus hilangnya Harriet serta masalah keluarga Vanger yang menyelimutinya.

Ulasan

Melanjutkan SRC 2013 yang bertemakan ekranisasi yang dimana saya harus mengambil sebuah novel yang pernah diadaptasi menjadi film. Maka, saya melihat lemari buku saya dan mengambil satu buku menarik yang sudah lama saya beli namun tidak sempat saya baca, yakni The Girl with the Dragon Tattoo. Pilihan saya sekali lagi tidak salah, dan pujian yang disampaikan pada buku ini memang tidak berlebihan.

Jumat, 08 Maret 2013

PRO TIP : Sulap Karakter


Selamat Idul Adha pemirsa! Kali ini bersama saya, dantd95, di PRO TIP~! Sebuah program khusus yang membahas mengenai mitos, trik, dan tips di ranah sastra baik itu kepenulisan maupun penerbitan hanya di TV-

“Woi, ini blog! Bukan acara TV! Sejak kapan kita punya stasiun TV? Lagian Idul Adha udah lewat dari kapan kale!”

...Ah, iya juga ya Ngar. Sori sori. (Sebenarnya gue akan sangat senang kalau bisa bikin acara TV/webisodes/podcast, tapi ga punya sumber dayanya (ditambah cewe-cewe pasti pada melting liat gue) jadi yaudah lah) Oke, mari kita jadi lebih serius sedikit. Seperti yang telah gue janjikan (?) PRO TIP menjadi sebuah serial, dan edisi kali ini membahas mengenai Sulap Karakter! Mau tahu? Ayo baca terus~

Senin, 04 Maret 2013

Mengapa dan Apa: Postmodernis dan Absurdis

Modernisme, postmodernisme, absurdisme, dan metafiksi. Ini-ini lah yang akan saya bicarakan di entri ini dan tentu saja tiga hal yang disebutkan pertama dalam konteks penulisan.

Saya sebenarnya belum pernah menikmati karya sastra yang jatuh kedalam salah satu dari empat hal tersebut. Cerita absurdis yang pernah saya nikmati hanyalah anime Mawaru Penguindrum dan (mungkin) Humanity Has Declined (Jinrui/Jintai kalau mau berweaboo dikit).

Tapi pada akhirnya saya sendiri banyak kepikiran tentang hal-hal tersebut dan selalu bergelut dengannya didalam pikiran saya yang lebih tradisionalis sebagai penulis. Mungkin karena rekan saya, Dantd95 dan beberapa penulis lain sekitar saya beraliran salah satu dari empat hal tersebut, jadi pikiran saya secara tidak langsung terekspose dengan ide-ide "nyeleneh" yang mereka tulis.

Tanpa mengurangi rasa hormat pada Dantd95, saya akan mengutarakan kritik saya atas empat hal yang disebutkan diatas. Atau mungkin lebih tepatnya, kritik yang disampaikan pada penulis (baru) yang mencoba mendalami aliran kepenulisan tersebut.